Rafting (Arung Jeram) MPA.CAKRAWALA

Kegiatan petualangan sangat identik bagi seorang penggemar kegiatan alam bebas. Dalam hal ini, bagi seorang petualang setiap kegiatan dapat dijadikan sebagai penempaan diri untuk menjadi seorang yang tangguh dan pantang menyerah. Salah satu bentuk kegiatan kepetualangan tersebut adalah Olah Raga Arus Deras (ORAD) atau dalam bahasa asingnya adalah Rafting.
Rafting (Arung Jeram) Disungai Ello Mageleng
Rafting (Arung Jeram) Sungai Ello Magelang
Rafting (Arung Jeram) Sungai Ello Magelang
Rafting (Arung Jeram) Sungai Ello Magelang
Rafting (Arung Jeram) Sungai Ello Magelang
Rafting (Arung Jeram) Sungai Ello Magelang
Rafting (Arung Jeram) Sungai Ello Magelang
Rafting (Arung Jeram) Sungai Ello Magelang
Kebersamaan Adalah kekuatan Kami :)

Rafting atau Arung jeram adalah suatu aktifitas pengarungan bagian alur sungai yang berjeram/riam, dengan menggunakan wahana tertentu. Pengertian wahana dalam pengarungan sungai berjeram / riam yaitu sarana / alat yang terdiri dari perahu karet, kayak, kano dan dayung. Tujuan berarung jeram bisa dilihat dari sisi olah raga, rekreasi dan ekspedisi.Jadi dengan demikian kita dapat definisikan bahwa olah raga Arung Jeram (White Water Rafting) merupakan olah raga mengarungi sungai berjeram, dengan menggunakan perahu karet, kayak, kano dan dayung dengan tujuan rekreasi atau ekspedisi
Rafting atau Arung jeram sebagai olah raga kelompok, sangat mengandalkan pada kekompakan tim secara keseluruhan. Kerja sama yang terpadu dan pengertian yang mendalam antar awak perahu, dapat dikatakan sebagai faktor utama yang menunjang keberhasilan melewati berbagai hambatan di sungai. Tak dapat dibantah bahwa Arung Jeram merupakan olah raga yang penuh resiko (high risk sport). Namun demikian, setiap orang mampu melakukannya – asalkan dia dalam kondisi “baik”; baik dalam arti pemahaman teknis, kemampuan membaca medan secara kognitif, dan sehat fisik dan mental.

Jadi,rafting atau arung jeram adalah olah raga yang menuntut keterampilan. Untuk itu sangat membutuhkan waktu untuk berkembang. Perkembangan ke arah mencapai kemampuan yang prima, hanya mungkin apabila mau mempelajari sifat-sifat sungai, serta bersedia melatih diri di tempat itu. Kecuali perlu mengembangkan pengetahuan mengenai sifat-sifat sungai, wajib pula berlatih berdayung, berkayuh di sungai. Implikasinya butuh mengembangkan kemampuan fisik, agar selalu mencapai kondisi seoptimal mungkin. Hal lain yang patut diingat, adalah berlatih cara-cara menghadapi keadaan darurat di sungai. Hal ini penting untuk melatih kesiapan, kemampuan dan kepercayaan diri, apabila memang harus menghadapinya.
Rafting ini sangat berguna sebagai pemerkaya kegiatan kepetualangan. Untuk menjadi seorang petualang yang tangguh, dalam hal kepetualangan haruslah didasari dengan motivasi dan semangat tinggi. Mengenal olah raga arus deras lebih mandalam akan menambah wawasan dalam pembentukan jiwa petualang yang sempurna dan juga dapat digunakan sebagai penambahan  jam terbang bagi seorang petualang sejati.
Selaku lembaga kemahasiswaan yang bergerak pada bidang alam bebas, kami berusaha memperkenalkan rafting ini kepada paramahasiswa dengan tujuan dapat digunakan sebagai penambah ilmu dan pengalaman. Dengan Olah Raga arus dekat ini diharapkan dapat meningkatkan rasa kekeluargaan serta kebersamaan baik antar anggota pada khususnya maupun dengan mahasiswa pada umumnya.

    Dikutip dari: https://raftingjatim.wordpress.com/pengertian-rafting/



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pembuatan Kartu Anggota MPA.CAKRAWALA STIE Widya Wiwaha Yogyakarta

Berikut Ini data Pembuatan Kartu Anggota MPA.CAKRAWALA STIE Widya Wiwaha Yogyakarta yang sudah masuk di database kami silahkan bisa klik >> Disini <<  Link Terproteksi Password Silahkan Kontak Administrator >> DISINI <<

Syarat Pembuatan kartu Anggota:
1. Anggota Aktif MPA.CAKRAWALA Meliputi (AM,AB,ALB)
2. Mahasiswa/Alumni STIE Widya Wiwaha Yogyakarta
3. Mengisi data diri >> DISINI <<
4. Mengirimkan Pas Photo Formal ke Email: Mpa.cakrawalayk@gmail.com


Sample Kartu Anggota

Depan




Belakang

Untuk Yang melum mengisi Pembuatan Kartu Anggota MPA.CAKRAWALA Silahkan Input data diri Anda >> DISINI <<
Dan kirimkan pas Photo Formal anda ke Email: Mpa.cakrawalayk@gmail.com

Apabila ada Kritik dan Saran Desain atau Format Pembuatan KTA Silahkan Kontak Administrator MPA.CAKRAWALA melalui Facebook >>DISINI<<



Thanks and Regard
Tim IT Support MPA.CAKRAWALA ^^


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Selamat Hari Raya Idul Adha 1436 Hijriyah


Seluruh Jajaran Pengurus dan Keluarga Besar MPA.CAKRAWALA
STIE Widya Wiwaha Yogyakarta
mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1436 Hijriyah
"Semoga kita selalu dapat mentauladani tindakan dan berfikir jernih dari Nabi Ibrahim As. dan Keluarga Beliau dan semoga kita berhakikat ketaatan islami"

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Bakti Sosial MPA.CAKRAWALA Dk.Margokaton 2015

Yogyakarta(17/09/2015)
Alhamdulillah Acara Bakti sosial MPA.CAKRAWALA di Dk.Margokaton Ds.Ngadirojo Ampel Boyolali Jawa Tengah pada Hari: Sabtu-Minggu 12-13 September 2015 berjalan dengan lancar tanpa halangan apapun,
Bentuk Acara pada bakti sosial Kemarin yaitu:











1.      Bazar Sembako & Pakaian Murah
Yaitu panitia membagikan sembako kepada masyarakat margokaton dengan menggunakan Kupon serta Masyarakat juga bisa memilih Pakaian Murah yang disediakan Oleh panitia antusisame masyarakat sangat bagus sekali dalam acara ini,dan dari hasil Bazar sembako dan pakain murah ini murni disumbangkan langsung ke Dk.Margokaton untuk pembangunanan desa.







1.      Senam Sehat
Senam sehat yang di Instrukturi oleh Pipin Fera Febrianti,Masyakarat Margokaton dengan ceria mengikuti senam sehat yang dilakukaan Instruktur,serta antusiasme nya sangat bagus,semua kalangan mengikutinya dengan tertib mulai dari Anak-anak,Remaja dan Dewasa,bagi kami selaku panitia sangat senang sekali bisa menghibur masyarakat margokaton dengan Acara senam sehat seperti ini,mudah-mudahan nanti bisa datang untuk menghibur lagi.



1.      Outbond Ceria
Outbond Ceria yang di dipegang oleh saudara Dewi Nur Lestari dan Alviantiara Elsya P.diikuti oleh anak-anak dk.Margokaton sangat antusias sekali untuk mengikuti permainan ini dengan baik,anak-anak terlihat gembira sekali mengikuti outbond ini,bagi kami ada rasa kebanggan tersendiri bisa menghibur anak-anak margokaton J





1.      Flying Fox
Nah ada permainan menarik yang baru pertama kali kami adakan di margokaton yaitu flying fox,Flying fox ini dikhususkan untuk anak-anak margokaton,anak-anak sampai kecanduan untuk menaiki wahana ini.
Flying Fox yang di PJkan oleh kak Pitiik dari mapala carabiner dan kang sutris dari Hijau  Mapala dan Wasis (Mabur)Anak-anak terlihat riang gembira mengikuti wahana ini,







Setelah Acara selesai kami pun bersilahturahmi ke rumah Mbah Wiro dan keluarga mas gono. Disana kita berbincang bincang mengenai dk.Margokaton,kami selaku panitia juga mengucapkan Terimakasih banyak kepada Pihak Kampus kita STIE Widya Wiwaha Yogyakarta selaku Almamater Kampus kita yang telah mendukung acara ini dengan lancar serta kaka ALB atas kontribusinya berupa materi dan imaterinya dan para Donatur yang sudah berbaik hati menyumbangkan materinya :)


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Aksi Donor Darah MPA.CAKRAWALA

Salam Rimba !
 Kami dari Mahasiswa Petualang Alam Cakrawala STIE Widya Wiwaha Yogyakarta akan mengadakan acara Donor darah
yang akan dilaksanakan pada:
Hari      : Senin 6 April 2015
Pukul    : 08.00 s/d Selesai
Tempat : Kampus STIE Widya Wiwaha Yogyakarta
Untuk itu kami kami mengundang seluruh  Mahasiswa Di Yogyakarta dan lapisan masyarat yang ada di lingkungan kampus STIE Widya Wiwaha Yogyakarta untuk berpartisipasi dalam acara kami

Come and Donate Your Blood For Save a life and humanity
More Info: Pipin (Mones) :085740689960
                   Dewi (Cecah)  083840176459

Terimakasih :)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

DIVISI GUNUNG HUTAN

Divisi gunung hutan merupakan salah satu divisi di MPA.CAKRAWALA dalam kegiatan gunung hutan. Di sini anggota diperdalam pengetahuaannya dan bertanggung jawab atas meteri yang telah diberikan. Materi dalam bidang gunung hutan antara lain tehnik survival, navigasi darat, managemen perjalanan,Mengukur Kerapatan Hutan dll. Materi Gunung hutan hanya bisa dipraktekkan di alam bebas, dan semua materi ini akan diujikan pada saat GLADITAMA bagi para calon anggota MPA.CAKRAWALA

.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Teknik Peta Kompas




  
1. Teknik Peta KompasOrientasi peta
adalah menyamakan kedudukan peta dengan medan sebenarnya (secara praktis menyamakan utara peta dengan utara magnetis). Untuk keperluan orientasi ini, kita perlu mengenal tanda-tanda medan yang ada dilokasi. Ini bisa dilakukan dengan menanyakan kepada penduduk setempat nama-nama gunung, bikit, sungai, atau tanda-tanda medan lainnya, atau dengan mengamati kondisi bentang alam yang terlihat dan mencocokkan dengan gambar kontur yang ada dipeta, untuk keperluan praktis, utara magnetis dianggap sejajar dengan utara sebenarnya, tanpa memperlitungkan adanya deklinasi.

Langkah-langkah orientasi peta :


 a) Cari tempat terbuka agar dapat melihat tanda-tanda medan yang menyolok;
 b) Letakkan peta pada bidang datar;
  c) Letakkan kompas diatas peta dan sejajarkan antara arah utara peta dengan utara
      magnetis/utara kompas, dengan demikian letak peta akan sesuai dengan bentang alam yang dihadapi
  d) Cari tanda-tanda medan yang
paling menonjol disekeliling dan temukan tanda medan tersebut dipeta, lakukan untuk beberapa tanda medan.
  e) Ingat tanda medan itu, bentuknya dan tempatnya dimedan sebenarnya maupun dipeta, ingat-ingat tanda medan yang khas dari setiap tanda medan.

2. Azimuth dan Back Azimuth


      Azimuth ialah besar sudut antara utara magnetis (nol derajat) dengan titik/sasaran yang kita tuju,azimuth juga sering disebut sudut kompas, perhitungan searah jarum jam.

 Ada tiga macam azimuth yaitu :

      a) Azimuth Sebenarnya,yaitu besar sudut yang dibentuk antara utara sebenarnya dengan    titik sasaran;

      b) Azimuth Magnetis,yaitu sudut yang dibentuk antara utara kompas dengan titik sasaran;
      c) Azimuth Peta,yaitu besar sudut yang dibentuk antara utara peta dengan titik sasaran.

      back Azimuth adalah besar sudut kebalikan/kebelakang dari azimuth. Cara menghitungnya : bila sudut azimuth lebih dari 180 derajat maka sudut azimuth dikurangi 180 derajat, bila sudut azimuth kurang dari 180 derajat maka sudut azimuth dikurangi 180 derajat, bila sudut azimuth = 180 derajat maka back azimuthnya adalah 0 derajat
      atau 360 derajat.

     3. Resection


      Resection adalah menentukan kedudukan/ posisi di peta dengan menggunakan dua atau lebih tanda medan yang dikenali. Teknik resection membutuhkan bentang alam yang terbuka untuk dapat membidik tanda medan. Tidak selalu tanda medan harus selalu dibidik, jika kita berada di tepi sungai, sepanjang jalan, atau sepanjang suatu punggungan, maka hanya perlu satu tanda medan lainnya yang dibidik.

      Langkah-langkah resection :
      a) Lakukan orientasi peta;
      b) Cari tanda medan yang mudah dikenali dilapangan dan di peta, minimal dua buah;
      c) Dengan penggaris buat salib sumbu pada pusat tanda-tanda medan itu;
      d) Bidik dengan kompas tanda-tanda
      medan itu dari posisi kita,sudut bidikan dari kompas itu disebut azimuth;
      e) pindahkan sudut bidikan yang didapat
      ke peta, dan hitung sudut pelurusnya;
      f) perpotongan garis yang ditarik dari sudut-sudut pelurus tersebut adalah
      posisi kita di peta

      4. Intersection

      Prinsip intersection adalah menentukan posisi suatu titik (benda) di pet dengan menggunakan dua atau lebih tanda medan yang dikenali dilapangan. Intersection digunakan untuk mengetahui atau memastikan posisi suatu benda yang terlihat dilapangan, tetapi sukar untuk dicapai. Pada intersection, kita sudah yakin pada posisi kita di peta. Langkah-langkah melakukan intersection : a) lakukan orientasi medan, dan pastikan posisi kita; b)bidik obyek
      yang kita amati; c) pindahkan sudut yang kita dapat dipeta; d) bergerak ke posisi lain, dan pastikan posisi tersebut
      di peta, lakukan langkah b dan c; e) perpotongan garis perpanjangan dari dua sudut yang didapat adalah posisi
      obyek yang dimaksud.

      5. Koreksi sudut

      Pada pembahasan utara telah dijelaskan bahwa utara sebenarnya dan utara kompas berlainan. Hal ini sebetulnya
      tidaklah begitu menjadi masalah penting jika selisih sudutnya sangat kecil, akan tetapi pada beberapa tempat,
      selisih sudut/deklinasi sangat besar sehingga perlu dilakukan perhitungan koreksi sudut yang didapat dari
      kompas(azimuth)yaitu :

      A. Dari kompas (K) dipindahkan ke peta (P): P= K +/- (DM +/- VM)

      B. Dari peta( P) dipindahkan ke kompas (K): K= P +/- (DM +/- VM)

      Keterangan:

      Tanda +/- diluar kurung untuk DM (deklinasi magnetis/iktilaf magnetis)

      = dari K ke P: DM ke timur tanda (+), DM ke barat tanda (-) = dari P ke K: DM ke timur tanda (-), DM ke barat
      tanda (+)

      Tanda +/- di dalam kurung untuk VM (variasi magnetis)

      =tanda (+) untuk increase/naik; tanda (-) untuk decrease/turun.

      Contoh Perhitungan:

      Diketahui sudut kompas/azimuth 120 derajat, pada legenda peta tahun 1942 tersebut: DM 1 derajat 30 menit
      ketimur, VM 2 menit increase, lalu berapa sudut yang akan kita pindahkan ke peta?

      P= K=+/- (DM +/- VM) ingat! kompas ke peta, DM ke timur VM increase

      besar VM sekarang (2002)= (2002-1942)x 2 menit

      = 120 menit= 2 derajat (1 derajat=60 menit)

      sudut P= 120 derajat + (1 menit 30 detik + 2 derajat)

      = 123 derajat 30 menit, jadi sudut yang dibuat di peta adalah 123 1/2 derajat.
      6. Analisa Perjalanan

      Analisa perjalanan perlu dilakukan agar kita dapat membayangkan kira-kira medan apa yang akan kita lalui,
      dengan mempelajari peta yang akan dipakai. Yang perlu di analisa adalah jarak, waktu dan tanda medan.

      a. Jarak

      Jarak diperkirakan dengan mempelajari dan menganalisa peta, yang perlu diperhatikan adalah jarak yang
      sebenarnya yang kita tempuh bukanlah jarak horizontal. Kita dapat memperkirakan jarak (dan kondisi medan)
      lintasan yang akan ditempuh dengan memproyeksikan lintasan, kemudian mengalihkannya dengan skala untuk
      memperoleh jarak sebenarnya.

      b. Waktu

      Bila kita dapat memperkirakan jarak lintasan, selanjutnya kita harus memperkirakan berapa lama waktu yang
      diperlukan untuk menempuh jarak tersebut. Tanda medan juga bisa untuk menganalisa perjalanan dan menjadi
      pedoman dalam menempuh perjalanan.

      c. Medan Tidak Sesuai Peta

      Jangan terlalu cepat membuat kesimpulan bahwa peta yang kita pegang salah. Memang banyak sungai-sungai
      kecil yang tidak tergambarkan di peta, karena sungai tersebut kering ketika musim kemarau. Ada kampung yang
      sudah berubah, jalan setapak yang hilang, dan banyak perubahan-perubahan lain yang mungkin terjadi.

      Bila anda menjumpai ketidaksesuaian antara peta dengan kondisi lapangan, baca kembali peta dengan lebih teliti,
      lihat tahun keluaran peta, karena semakin lama peta tersebut maka banyak sekali perubahan yang terdapat pada
      peta tersebut. Jangan hanya terpaku pada satu gejala yang tidak ada di peta sehingga hal-hal yang yang dapat
      dianalisa akan terlupakan. Kalau terlalu banyak hal yang tidak sesuai, kemungkinan besar anda yang salah
      (mengikuti punggungan yang salah, mengikuti sungai yang salah, atau salah dalam melakukan resection). Peta
      1:50.000 atau 1:25.000 umumnya cukup teliti.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Teknik Analisa Peta



Salah satu faktor yang sangat penting dalam navigasi darat adalah analisa peta. Dengan satu peta, kita diharapkan dapat memperoleh informasi sebanyak-banyaknya tentang keadaan medan sebenarnya, meskipun kita belum pernah mendatangi daerah di peta tersebut.



1. Unsur dasar peta ; Untuk dapat menggali informasi sebanyak-banyaknya, pertama kali kita harus cek informasi dasar di peta tersebut, seperti judul peta, tahun peta itu dibuat, legenda peta dan sebagainya. Disamping itu juga bisa dianalisa ketinggian suatu titik (berdasarkan pemahaman tentang kontur), sehingga bisa diperkirakan cuaca, dan vegetasinya.
2. Mengenal tanda medan ; Disamping tanda pengenal yang terdapat dalam legenda peta, kita dapat menganalisa peta topografi berdasarkan bentuk kontur. Beberapa ciri kontur yang perlu dipahami sebelum menganalisa tanda medan :
* Antara garis kontur satu dengan yang lainnya tidak pernah saling berpotongan
* Garis yang berketinggian lebih rendah selalu mengelilingi garis yang berketinggian lebih tinggi, kecuali diberi keterangan secara khusus, misalnya kawah
* Beda ketinggian antar kontur adalah tetap meskipun kerapatan berubah-ubah
* Daerah datar mempunyai kontur jarang-jarang sedangkan daerah terjal mempunyai kontur rapat.
* Beberapa tanda medan yang dapat dikenal dalam peta topografi:



1. Puncak bukit atau gunung biasanya berbentuk lingkaran kecil, tertelak ditengah- tengah lingkaran kontur lainnya.
2. Punggungan terlihat sebagai rangkaian kontur berbentuk U yang ujungnya melengkung menjauhi puncak
3. Lembahan terlihat sebagai rangkaian kontur berbentuk V yang ujungnya tajam menjorok kepuncak. Kontur lembahan biasanya rapat.
4. Saddle, daerah rendah dan sempit diantara dua ketinggian
5. Pass, merupakan celah memanjang yang membelah suatu ketinggian
6. Sungai, terlihat dipeta sebagai garis yang memotong rangkaian kontur, biasanya ada di lembahan, dan namanya tertera mengikuti alur sungai. Dalam membaca alur sungai ini harap diperhatikan lembahan curam, kelokan-kelokan dan arah aliran.
7. Bila peta daerah pantai, muara sungai merupakan tanda medan yang sangat jelas, begitu pula pulau-pulau kecil, tanjung dan teluk
8. Pengertian akan tanda medan ini mutlak diperlukan, sebagai asumsi awal dalam menyusun perencanaan perjalanan


KOMPAS
Merupakan penunjuk arah mata angin dengan ketentuan sudut derajat dari arah utara magnetis bumi. Kompas yang biasa digunakan untuk keperluan navigasi darat adalah kompas bidik dan kompas orienteering.


MENGENAL TANDA MEDAN
Kemampuan mengenal tanda medan sangatlah mutlak untuk dikuasai jika kita hendak melakukan navigasi darat. Tanda-tanda medan dapat dijadikan acuan untuk penentuan lokasi dan pengenalan medan supaya arah perjalanan tidak melenceng hingga terjadi hal-hal buruk seperti tersesat. Tanda-tanda medan dapat dikenali dari bentang alam yang ada di sekitar, misalnya punggungan, puncak bukit, jalan setapak, jalan raya, sungai, tebing, muara, delta, anak sungai, pemukiman, daerah tertentu.


  Sumber: mapalhid.blogspot.com




  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS